Friday, April 21, 2017

Penipuan "Keluarga Tertangkap Membawa Narkoba"

Akhir-akhir ini dibeberapa daerah dihebohkan dengan berita penipuan yang menyebabkan banyak pihak dirugikan secara materi atau keuangan. Dan hal ini pun sudah diketahui juga oleh pihak kepolisian dan juga instansi tertentu. Salah satunya yang terjadi di Desa A dan yang menjadi korbannya adalah orang yang dipandang cukup pintar dan panutan. Awalnya dimana si korban ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi (pelaku penipuan) dan mengatakan bahwa ada keluarga atau anak dari korban sedang berada di kantor polisi karena tertangkap membawa narkoba. Si polisi (penipu) tersebut juga mengatakan kepada korban bahwa hal tersebut tidak boleh diketahui oleh pihak lain termasuk keluarga korban, cukup polisi (penipu) dan korban yang mengetahuinya. Dan untuk mengatasi masalah tersebut korban harus menyiapkan sejumlah uang untuk proses penyelesaian masalah tersebut. Setelah berbicara dengan korban dan meminta korban untuk menyiapkan jumlah uang yang dibutuhkan si penipu mematikan ponselnya dan mengatakan kepada korban bahwa dia akan menghubungi korban beberapa saat lagi untuk memastikan uang yang disiapkan.
Dan karena merasa panik dan takut akhirnya korban berusaha mencari uang yang dibutuhkan dan bila kurang maka korban akan mencari pinjaman untuk mencukupi kekurangan dari uang yang diminta.
Setelah beberapa menit akhirnya si penipu menelpon lagi dan menanyakan kepada si korban apakah uangnya sudah ada atau belum. Pelaku juga akan memberikan nomor rekening kepada korban agar uangnya segera ditransfer secepatnya dan lagi lagi pelaku berpesan agar tidak boleh memberitahukan hal tersebut kepada orang lain. Dan karena merasa takut dan panik, tanpa berpikir panjang akhir korban membawa sejumlah uang yang diminta ke bank untuk ditransfer.
Setelah transaksi transfer berjalan maka lagi lagi si pelaku menelpon si korban untuk memastikan uang sudah ditransfer atau belum. Bahkan pelaku tak segan-segan juga meminta tambahan biaya dengan alasan bahwa uang yang dibutuhkan untuk masalah tersebut diatas masih kurang. Dan untuk kedua kalinya korban harus mengikuti apa yang menjadi keinginan pelaku karena merasa takut anaknya di penjara.
Selama proses transaksi berjalan untung ada beberapa orang yang merasa curiga dengan gerak gerik korban sehingga korban ditanya dan transaksi pun dipending. Korban pun ditanya oleh pihak bank untuk apa uang yang ditransfer. Akhirnya karena merasa gugup karena panik akhir korban mengatakan bahwa anaknya dalam masalah dan uang tersebut dikirim untuk biaya tebusan di kepolisian.
Dengan merasa geram, marah dan juga lucu akhirnya beberapa orang pun mengatakan bahwa beliau telah ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai polisi dan beberapa orang mencoba menghubungi nomor ponsel pelaku tapi sudah dinonaktifkan. Akhirnya dengan rasa marah, malu dan menyesal karena tertipu korban pun pulang ke rumah membawa sisa uang yang akan ditranser yang telah dibatalkan. Walaupun sebagian uang dibawa pulang tapi tidak sedikit kerugian yang telah dihabiskan untuk si penipu tadi.
Sebelumnya hal ini juga dialami oleh 2 orang yang berbeda namun berhasil digagalkan karena korban sudah mengetahui bahwa anak yang dimaksud "tertangkap" oleh penipu berada dalam keadaan baik dan sedang bekerja.
Untuk itu melalui media ini kami menghimbau kepada pembaca agar berhati-hati dan jangan lupa untuk menyebarkan info ini kepada orang-orang disekitar kita.

Lainnya : http://io678komputer.blogspot.co.id/

Contoh Susunan Makalah Lengkap yang Baik dan Benar

Sebenarnya ada banyak artikel tentang contoh makalah yang lengkap, baik dan benar di internet, tapi mudah-mudahan tulisan kali ini bisa me...

Blog Archive